KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari (UNISMUH Kendari) melalui Lembaga Pengembangan Sumber Daya (LPSD) secara resmi meluncurkan Pusat Penelitian dan Inovasi Terpadu pada Rabu, 03 April 2026. Inisiatif strategis ini menandai komitmen institusi dalam mengakselerasi penelitian berbasis solusi nyata bagi masyarakat Sulawesi Tenggara dan Indonesia secara luas.
Pusat penelitian yang didirikan di Jalan Sultan Qaimuddin, Kendari, ini menjadi sarana kolaboratif antara dosen dan mahasiswa dari berbagai program studi untuk mengembangkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri dan pembangunan berkelanjutan. Peluncuran tersebut dihadiri langsung oleh pimpinan universitas, akademisi, praktisi industri, serta perwakilan pemerintah lokal Provinsi Sulawesi Tenggara.
Menurut data yang diperoleh dari Lembaga Pengembangan Sumber Daya UNISMUH Kendari, terdapat 27 proyek penelitian yang telah didaftarkan dalam fase awal operasional pusat ini. Proyek-proyek tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari teknologi pertanian berkelanjutan, pengolahan limbah industri perikanan, hingga pengembangan energi terbarukan untuk daerah terpencil di Sulawesi Tenggara.
### Latar Belakang Pendirian Pusat Riset
Pendirian Pusat Penelitian dan Inovasi Terpadu merupakan respons strategis UNISMUH Kendari terhadap tantangan pembangunan regional yang semakin kompleks. Sebagai institusi pendidikan tinggi dengan akar kuat di komunitas lokal, universitas ini merasakan tanggung jawab untuk mengubah potensi akademik menjadi kontribusi konkret bagi masyarakat.
“Kami telah mengidentifikasi bahwa potensi riset di kampus masih belum dimaksimalkan. Banyak penelitian yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa kami tersimpan dalam laporan akademik tanpa memberikan dampak langsung kepada industri dan masyarakat,” jelas Dr. H. Bambang Setiawan, M.Pd., Rektor UNISMUH Kendari, dalam pidato pembukaan acara peluncuran.
Rektor Setiawan menambahkan bahwa pusat riset ini dirancang sebagai ekosistem inovasi yang menghubungkan akademisi dengan pelaku usaha, pemerintah, dan komunitas. “Dengan mensinergikan sumber daya dari berbagai pihak, kami yakin dapat menciptakan solusi inovatif yang tidak hanya teoritis tetapi juga praktis dan berkelanjutan,” ujarnya.
Lembaga Pengembangan Sumber Daya UNISMUH Kendari sebelumnya telah melakukan survei komprehensif terhadap 152 dosen dan 400 mahasiswa tingkat akhir tentang preferensi dan kapabilitas riset mereka. Hasil survei menunjukkan 78 persen responden tertarik untuk terlibat dalam penelitian terapan yang memiliki dampak sosial ekonomi, namun mereka membutuhkan infrastruktur dan dukungan administratif yang lebih baik.
### Infrastruktur dan Fasilitas Penelitian
Pusat Penelitian dan Inovasi Terpadu UNISMUH Kendari telah dibangun dengan investasi sebesar 4,2 miliar rupiah, meliputi laboratorium terpadu, ruang kolaborasi, perpustakaan digital, dan fasilitas pendukung lainnya. Infrastruktur ini dirancang untuk mendukung penelitian multidisipliner yang melibatkan mahasiswa dari Fakultas Teknik, Fakultas Pertanian, Fakultas Kesehatan, dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
“Salah satu keunggulan pusat ini adalah lab bersama yang dapat diakses oleh peneliti dari berbagai disiplin ilmu. Kami juga menyediakan studio inovasi dengan peralatan prototyping modern, termasuk 3D printer, peralatan pengujian material, dan sistem sensor IoT untuk penelitian IoT dan smart agriculture,” terang Ir. Suwandi Kusuma, M.T., Direktur Lembaga Pengembangan Sumber Daya UNISMUH Kendari.
Kusuma menjelaskan bahwa fasilitas ini dirancang dengan konsultasi dari berbagai akademisi terkemuka dan praktisi industri. Perpustakaan digital pusat riset menyediakan akses ke 5.000 jurnal internasional dan database penelitian global, memastikan bahwa peneliti kampus dapat mengakses pengetahuan terdepan dalam bidang mereka.
Selain infrastruktur fisik, pusat riset juga menyediakan pendanaan penelitian melalui skema hibah internal yang kompetitif. Tahun ini, UNISMUH Kendari mengalokasikan 800 juta rupiah untuk mendukung penelitian awal, pengembangan prototipe, dan publikasi ilmiah.
### Proyek-Proyek Riset Inovatif yang Sedang Berjalan
Salah satu proyek unggulan yang sedang dikembangkan adalah “Sistem Manajemen Limbah Integral untuk Industri Perikanan Skala Menengah” yang dipimpin oleh Dr. Ir. Amelia Putri Wijaya, M.Sc. dari Fakultas Teknik. Proyek ini melibatkan 12 mahasiswa S1 dan 4 mahasiswa S2, dengan dukungan dari dua industri perikanan lokal.
“Industri perikanan di Kendari menghasilkan limbah organik yang sangat besar setiap harinya. Kami sedang mengembangkan sistem biodigester terpadu yang dapat mengkonversi limbah tersebut menjadi energi biogas dan pupuk organik berkualitas tinggi. Target kami, sistem ini dapat mengurangi limbah hingga 85 persen dan menghasilkan energi terbarukan untuk kebutuhan industri itu sendiri,” kata Dr. Amelia dalam wawancara di kantor pusat riset, Selasa (02 April 2026).
Proyek lain yang menarik perhatian adalah “Aplikasi Teknologi Precision Agriculture untuk Peningkatan Produktivitas Padi Lokal” yang dipimpin oleh Prof. Dr. H. Muh. Zainal Abidin, M.Agr. dari Fakultas Pertanian. Proyek ini mengintegrasikan data satellite imagery, sensor tanah IoT, dan artificial intelligence untuk memberikan rekomendasi pemupukan dan irigasi yang presisi kepada petani.
“Kami telah bermitra dengan 45 petani padi di Kecamatan Poasia dan Kecamatan Mandonga untuk uji coba aplikasi ini. Hasil awal menunjukkan peningkatan produktivitas hingga 22 persen dengan pengurangan penggunaan pupuk sebesar 18 persen. Ini sangat signifikan dari sisi efisiensi biaya dan keberlanjutan lingkungan,” ungkap Prof. Zainal dengan antusias.
Sementara itu, dari Fakultas Kesehatan, mahasiswa bersama dosen telah mengembangkan “Platform Telemedicine untuk Daerah Terpencil di Sulawesi Tenggara.” Proyek yang dipimpin oleh Dr. Hesti Pramudya, M.Kes. ini merancang sistem konsultasi kesehatan jarak jauh yang dapat diakses melalui smartphone dengan koneksi internet minimal.
“Keterjangkauan layanan kesehatan di daerah terpencil masih menjadi tantangan serius. Platform kami dilengkapi dengan fitur AI untuk diagnosis awal dan sistem prioritas rujukan yang cerdas. Kami sedang melakukan pilot di tiga puskesmas di Kabupaten Buton,” jelas Dr. Hesti.
### Kolaborasi Dosen-Mahasiswa dalam Riset
Salah satu aspek yang paling ditekankan oleh Lembaga Pengembangan Sumber Daya adalah pentingnya melibatkan mahasiswa sebagai peneliti utama, bukan sekadar asisten. Konsep ini tercermin dalam program “Young Researcher Initiative” yang diluncurkan bersamaan dengan pusat riset.
Aisyah Nur Fadilah, mahasiswa S2 Teknik Sipil, merupakan salah satu peneliti muda yang sedang memimpin proyek tentang “Material Konstruksi Ramah Lingkungan dari Limbah Industri Pertambangan Nikel.” Meskipun masih dalam bangku kuliah, Aisyah telah memiliki tiga publikasi di jurnal nasional dan satu paten pending untuk material yang dikembangkannya.
“Kesempatan untuk memimpin proyek riset sendiri memberikan pembelajaran luar biasa. Bukan hanya tentang teknik penelitian, tetapi juga tentang project management, komunikasi dengan stakeholder, dan bagaimana membangun solusi yang benar-benar dibutuhkan industri. Dukungan dari Ibu Pembimbing dan fasilitas pusat riset membuat semua ini menjadi mungkin,” tutur Aisyah saat ditemui di laboratorium pusat riset.
Kolaborasi dosen-mahasiswa ini juga melibatkan transfer pengetahuan yang struktural. Setiap proyek riset harus menghasilkan minimal satu publikasi ilmiah, satu prototipe atau demonstrasi solusi, dan satu proposal tindak lanjut untuk tahun penelitian berikutnya.
“Kami ingin menciptakan budaya riset yang berkelanjutan dan progresif. Mahasiswa belajar dari dosen yang berpengalaman, tetapi juga didorong untuk membawa perspektif segar dan kreativitas mereka. Hasilnya, penelitian yang dihasilkan adalah kombinasi maturity akademik dan inovasi generasi baru,” jelas Ir. Suwandi Kusuma.
### Dampak dan Harapan ke Depan
Kehadiran Pusat Penelitian dan Inovasi Terpadu diharapkan membawa dampak signifikan tidak hanya bagi UNISMUH Kendari tetapi juga bagi ekosistem inovasi di Sulawesi Tenggara secara luas. Gubernur Sulawesi Tenggara, H. Nur Alam, dalam sambutannya memuji inisiatif ini dan menjanjikan dukungan pemerintah daerah.
“Penelitian dan inovasi adalah kunci untuk pembangunan berkelanjutan di era sekarang. UNISMUH Kendari telah menunjukkan komitmen nyata untuk berkontribusi pada kemajuan Sulawesi Tenggara. Pemerintah provinsi siap membantu, baik melalui regulasi yang mendukung, akses ke industri, maupun investasi tambahan untuk penelitian yang strategis,” ucap Gubernur Nur Alam.
Dampak ekonomi diperkirakan akan terasa dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Beberapa proyek penelitian sudah menunjukkan potensi komersial yang kuat. Sebagai contoh, sistem pengolahan limbah perikanan dan aplikasi precision agriculture keduanya sedang dalam proses untuk mendapatkan paten dan pendaftaran industri.
Rencana jangka panjang UNISMUH Kendari mencakup pembentukan startup inkubator khusus untuk komersialkan hasil penelitian, penyelenggaraan konferensi riset tahunan, dan pembangunan tahap kedua pusat riset yang akan fokus pada teknologi laut dan energi terbarukan.
“Dalam lima tahun ke depan, kami menargetkan Pusat Penelitian dan Inovasi Terpadu ini menjadi hub riset terkemuka di kawasan Sulawesi Tenggara dengan setidaknya 50 proyek penelitian aktif per tahun, 100 publikasi jurnal internasional, dan minimal 10 startup yang terlahir dari hasil riset kami,” terang Rektor Bambang Setiawan dengan penuh optimisme.
### Penutup
Peluncuran Pusat Penelitian dan Inovasi Terpadu di Lembaga Pengembangan Sumber Daya UNISMUH Kendari menandai era baru dalam komitmen universitas terhadap penelitian dan pengembangan. Dengan menggabungkan infrastruktur modern, kolaborasi intensif dosen-mahasiswa, dan dukungan ekosistem yang kuat, kampus ini telah menciptakan wadah untuk mengubah ide-ide brilian menjadi solusi nyata.
Melalui proyek-proyek seperti sistem manajemen limbah perikanan, precision agriculture, dan telemedicine untuk daerah terpencil, UNISMUH Kendari tidak hanya mengembangkan potensi akademik mahasiswanya tetapi juga memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat dan industri lokal.
Antusiasme yang ditunjukkan oleh dosen, mahasiswa, industri, dan pemerintah daerah dalam peluncuran ini adalah indikasi bahwa inisiatif ini sejalan dengan kebutuhan dan aspirasi kolektif untuk pembangunan yang lebih inovatif dan berkelanjutan di Sulawesi Tenggara.
Dengan perjalanan yang baru dimulai ini, UNISMUH Kendari berpotensi menjadi institusi pendidikan yang tidak hanya menghasilkan lulusan bermutu tinggi, tetapi juga menjadi pusat inovasi yang mendorong transformasi ekonomi dan sosial regional.
—
INFORMASI TAMBAHAN:
– Lokasi Pusat Riset: Jalan Sultan Qaimuddin, Kendari
– Investasi Awal: 4,2 Miliar Rupiah
– Proyek Penelitian Aktif: 27 Proyek
– Dana Penelitian Tahun 2026: 800 Juta Rupiah
– Kontak: [email protected]