KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari (UNMUH Kendari), khususnya melalui Lembaga Pengembangan Sumber Daya (LPSD), resmi meluncurkan program pembangunan fasilitas dan infrastruktur kampus fase ketiga pada Rabu, 09 April 2026. Proyek ambisius senilai Rp47 miliar ini dirancang untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan menciptakan ekosistem kampus yang lebih modern, nyaman, dan mendukung perkembangan akademik mahasiswa.
Dalam acara peluncuran yang dihadiri oleh stakeholder pendidikan, dewan pimpinan universitas, dan para pemimpin lokal, rektor UNMUH Kendari menekankan komitmen institusi terhadap pengembangan berkelanjutan. Pembangunan ini mencakup konstruksi perpustakaan digital terpadu, laboratorium terpadu terintegrasi teknologi, asrama mahasiswa berkonsep modern, serta perbaikan menyeluruh terhadap sistem utilitas kampus.
“Investasi ini bukan hanya sekadar pembangunan fisik, melainkan investasi terhadap masa depan generasi muda Indonesia, terutama masyarakat Sulawesi Tenggara. Kami yakin bahwa fasilitas yang memadai akan mendorong proses pembelajaran yang lebih efektif dan menghasilkan lulusan yang kompetitif di tingkat nasional maupun global,” ujar Prof. Dr. H. Lukman Hakim, S.E., M.M., Rektor UNMUH Kendari, dalam sambutan resminya.
Latar Belakang Pembangunan
Keputusan untuk melaksanakan program pengembangan infrastruktur fase ketiga ini muncul dari evaluasi menyeluruh yang dilakukan oleh Lembaga Pengembangan Sumber Daya UNMUH Kendari sejak akhir tahun 2024. Tim survei internal telah mengidentifikasi beberapa aspek kritis yang memerlukan peningkatan untuk memenuhi standar akreditasi institusi dan menyesuaikan diri dengan dinamika pembelajaran abad ke-21.
Menurut data internal LPSD yang diperoleh wartawan, kondisi fasilitas akademik UNMUH Kendari sebagian besar masih menggunakan infrastruktur yang dibangun pada periode 2010-2015. Perpustakaan konvensional yang ada saat ini tidak mampu menampung koleksi digital secara optimal, sementara laboratorium berbagai program studi belum dilengkapi peralatan tercanggih untuk mendukung penelitian mahasiswa dan dosen.
“Ketika kami melakukan audit fasilitas dua tahun lalu, kami mendapati bahwa kapasitas perpustakaan kampus hanya mampu melayani 40 persen kebutuhan mahasiswa secara bersamaan. Selain itu, beberapa laboratorium masih menggunakan peralatan yang manufakturnya sudah lebih dari sepuluh tahun. Hal ini tentu menjadi hambatan bagi mahasiswa dalam melakukan praktik dan penelitian,” jelas Dr. H. Bambang Suryanto, Direktur Lembaga Pengembangan Sumber Daya UNMUH Kendari, saat diwawancarai pada tanggal peluncuran.
Tantangan infrastruktur ini semakin nyata ketika UNMUH Kendari mengalami peningkatan jumlah pendaftar mahasiswa baru sebesar 35 persen dalam tiga tahun terakhir. Lonjakan pertumbuhan akademik ini memaksa pimpinan universitas untuk segera mengambil langkah strategis dalam mengembangkan fasilitas pendukung.
Detail Program Pembangunan
Program pembangunan fase ketiga UNMUH Kendari dibagi menjadi lima komponen utama, masing-masing dengan target penyelesaian yang telah diatur secara cermat.
Pertama, Pembangunan Perpustakaan Digital Terpadu. Proyek seharga Rp18 miliar ini akan menghasilkan fasilitas perpustakaan berstandar internasional dengan kapasitas pengguna mencapai 2.000 orang secara bersamaan. Perpustakaan yang akan dibangun di area utara kampus ini akan dilengkapi dengan sistem manajemen koleksi digital terintegrasi, 250 unit workstation dengan akses basis data internasional, serta ruang khusus untuk diskusi dan penelitian kelompok mahasiswa.
“Perpustakaan baru kami akan menjadi jantung akademik kampus. Kami telah menandatangani kontrak kerjasama dengan empat penyedia basis data akademik global, termasuk Elsevier, JSTOR, dan ProQuest, untuk memberikan akses koleksi jurnal, buku, dan literatur ilmiah terlengkap kepada sivitas akademika UNMUH Kendari,” ungkap Ibu Siti Nurhaliza, Kepala Bagian Tata Usaha Perpustakaan UNMUH Kendari.
Kedua, Laboratorium Terpadu Terintegrasi Teknologi. Dengan alokasi anggaran Rp15 miliar, UNMUH Kendari akan membangun kompleks laboratorium baru yang melayani sembilan program studi, mencakup Teknik, Kedokteran, Farmasi, Sains, Pendidikan, dan bidang terapan lainnya. Laboratorium ini dirancang dengan konsep open-access yang memungkinkan mahasiswa melakukan praktik dan penelitian sesuai jadwal akademik mereka.
“Peralatan laboratorium yang kami investasikan adalah tipe terbaru dengan sertifikasi internasional. Contohnya, laboratorium Bioteknologi akan dilengkapi DNA sequencer generasi terbaru, sementara laboratorium Teknik Elektro akan memiliki IoT testing equipment yang memenuhi standar Industry 4.0. Ini adalah komitmen kami agar lulusan UNMUH Kendari siap menghadapi revolusi industri,” papar Dr. Ir. H. Agus Winarno, M.Sc., Ketua Lembaga Penelitian dan Pengembangan UNMUH Kendari.
Ketiga, Pembangunan Asrama Mahasiswa Berkonsep Modern. Fasilitas asrama baru senilai Rp8 miliar akan menyediakan 400 tempat tinggal mahasiswa dengan standar hunian berlayak yang memenuhi prinsip-prinsip kesejahteraan dan keselamatan penghuni. Asrama ini dirancang sebagai residential college dengan fasilitas penunjang seperti ruang belajar bersama, internet berkecepatan tinggi, kafeteria, dan sistem keamanan 24 jam.
Keempat, Perbaikan Sistem Utilitas Kampus. Program Rp4 miliar ini mencakup renovasi sistem listrik, air bersih, pengolahan limbah, dan jaringan telekomunikasi kampus yang akan mengadopsi teknologi ramah lingkungan dan hemat energi.
Kelima, Fasilitas Penunjang Akademik. Dengan anggaran Rp2 miliar, UNMUH Kendari akan membangun ruang kelas modern berstatus “Smart Classroom” yang dilengkapi sistem audiovisual interaktif dan akses pembelajaran jarak jauh berkualitas tinggi.
Pendanaan dan Sumber Investasi
Pertanyaan mengenai sumber pendanaan Rp47 miliar ini dijawab dengan transparan oleh pimpinan universitas. Berdasarkan paparan resmi Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Perencanaan, Prof. Dr. H. Muh. Ridwan Hamim, S.E., M.Si., pendanaan proyek ini bersumber dari tiga saluran utama.
Pertama, dana operasional universitas hasil dari efisiensi pengelolaan anggaran tahunan yang dialokasikan sekitar Rp22 miliar. Kedua, kredit dari lembaga keuangan syariah sebesar Rp18 miliar dengan bunga kompetitif dan sistem pembayaran yang fleksibel sesuai kemampuan kampus. Ketiga, sumbangan dari para pengusaha alumni, donatur pendiri, dan dukungan hibah dari kementerian pendidikan senilai Rp7 miliar.
“Kami memilih pendekatan pendanaan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Investasi ini tidak akan membebani mahasiswa melalui peningkatan tarif pendaftaran atau biaya kuliah. Malah, dengan fasilitas yang lebih baik, kami yakin dapat menarik lebih banyak mahasiswa berprestasi, sehingga memberikan kontribusi positif terhadap keuangan kampus,” jelas Prof. Ridwan dalam konferensi pers.
Dampak Bagi Ekosistem Akademik
Para ahli pendidikan tinggi yang dihubungi wartawan mengakui bahwa investasi infrastruktur seperti ini memiliki dampak signifikan terhadap kualitas proses pembelajaran dan output akademik.
Dr. H. Syaiful Bahri, M.Pd., Ketua Majelis Pendidikan Muhammadiyah Sulawesi Tenggara, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah UNMUH Kendari. “Pembangunan infrastruktur yang dilakukan UNMUH Kendari sejalan dengan misi pendidikan Muhammadiyah untuk memberikan akses pendidikan berkualitas kepada semua kalangan. Fasilitas yang memadai adalah salah satu prasyarat penting dalam menciptakan pembelajaran yang efektif dan bermakna,” katanya.
Sementara itu, Bapak H. Asrun Rozaki, S.E., M.B.A., Ketua HIPMI Kendari (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia), menyatakan optimisme bahwa lulusan UNMUH Kendari yang dihasilkan dari fasilitas yang lebih baik akan meningkatkan kualitas tenaga kerja profesional di tingkat regional. “Sebagai pemimpin usaha, kami membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya memiliki sertifikat akademik, tetapi juga keterampilan praktis yang relevan dengan industri. Investasi UNMUH Kendari dalam laboratorium berstandar internasional ini adalah jawaban atas kebutuhan dunia usaha,” jelasnya.
Rencana Implementasi dan Jadwal Penyelesaian
Direktur LPSD Dr. H. Bambang Suryanto menginformasikan bahwa proses tender dan seleksi kontraktor pelaksana akan dimulai pada pertengahan April 2026 dan ditargetkan selesai pada akhir Mei 2026. Adapun kegiatan konstruksi dijadwalkan dimulai pada Juni 2026 dengan target penyelesaian bertahap hingga akhir tahun 2027.
“Kami telah menyiapkan manajemen proyek yang ketat dengan melibatkan konsultan independen untuk memastikan setiap tahap pembangunan berjalan sesuai spesifikasi teknis dan timeline yang telah ditetapkan. Transparansi dan akuntabilitas adalah prinsip utama dalam mengelola proyek ini,” ujarnya.
Rektor UNMUH Kendari juga menekankan bahwa selama masa konstruksi, aktivitas akademik akan terus berjalan normal tanpa gangguan signifikan. “Kami telah merancang strategi konstruksi bertahap dan pemisahan area kerja sehingga proses belajar-mengajar tetap lancar. Bahkan, kami akan melibatkan mahasiswa program studi Teknik Sipil dan Arsitektur sebagai asisten praktik dalam proyek ini,” ungkap Prof. Lukman Hakim.
Visi Jangka Panjang
Pembangunan infrastruktur fase ketiga ini merupakan bagian dari roadmap pengembangan UNMUH Kendari hingga tahun 2035. Dalam dokumen rencana strategis yang ditelaah wartawan, universitas ini menargetkan peningkatan akreditasi institusi ke level “A” (kategori tertinggi), peningkatan jumlah program studi bersertifikat internasional, dan penguatan posisi sebagai universitas riset terkemuka di kawasan Sulawesi Tenggara.
Kepala Pusat Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran, Dr. Hj. Nurhayati, M.Pd., menambahkan bahwa fasilitas baru ini akan memungkinkan UNMUH Kendari untuk meluncurkan program-program pendidikan inovatif, termasuk joint degree dengan universitas internasional, program penelitian kolaboratif dengan institusi global, dan pelatihan intensif keterampilan abad ke-21.
Penutup
Inisiatif pembangunan infrastruktur komprehensif yang dicanangkan Universitas Muhammadiyah Kendari melalui Lembaga Pengembangan Sumber Daya pada 09 April 2026 ini mencerminkan komitmen institusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya di wilayah Sulawesi Tenggara.
Dengan investasi sebesar Rp47 miliar yang didukung oleh manajemen profesional dan transparansi finansial yang jelas, UNMUH Kendari tidak hanya membangun fasilitas fisik, tetapi juga membangun fondasi yang kuat untuk generasi penerus bangsa. Fasilitas dan infrastruktur yang akan dihasilkan dari proyek ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing lulusan UNMUH Kendari di pasar kerja global, sekaligus memperkuat peran universitas sebagai institusi pendidikan penggerak perubahan sosial di tingkat lokal dan nasional.
Masyarakat akademik UNMUH Kendari, termasuk mahasiswa, dosen, karyawan, dan pimpinan universitas, telah menunjukkan antusiasme tinggi terhadap program pembangunan ini. Semoga dengan dukungan dari semua pihak, proyek ambisius ini dapat terwujud sesuai dengan visi dan misi yang telah ditetapkan, sehingga UNMUH Kendari dapat terus berkontribusi positif dalam menciptakan sumber daya manusia berkualitas untuk masa depan yang lebih baik.
—
Jumlah kata: 1.847 kata